jump to navigation

Sudo 25 Maret 2007

Posted by himakomedia in Tutorial.
trackback

Apa itu
sudo? Perintah shell ini berfungsi untuk mengeksekusi sebuah perintah
lain sebagai super user atau root (dalam tulisan ini, istilah
super user dan root akan digunakan bergantian). Seringkali
dalam pengeksekusian sebuah perintah, kita membutuhkan hak akses
setingkat root, namun tidak berminat untuk login atau masuk sebagai
root secara terus menerus (hal ini juga berhubungan dengan masalah
keamanan sistem). Muncul pertanyaan, jikalau memang semua pengguna
biasa selain root bisa mengeksekusi sebuah perintah sebagai root,
lalu apa istimewanya menjadi root? Toh hak aksesnya juga sama?

Penggunaan
sudo diatur dalam file /etc/sudoers. Oleh karena itu, tidak semua
pengguna biasa berhak memiliki hak akses secara penuh seperti root.
Untuk penjelasan lebih detail, saya rasa manualnya telah menjelaskan
secara lengkap. Kita ambil contoh, misal di komputer saya terdapat
pengguna pramur dengan password “passwordpramur”
dan root dengan password “rahasialahyau!”.

Ketika
saya ingin mengeksekusi sebuah perintah yang hanya diizinkan untuk
root, saya akan menggunakan perintah seperti berikut:

pramur@ubiquitous:~$
/etc/init.d/apache2 start

chown:
changing ownership of `/var/lock/apache2′: Operation not permitted

Tampak
bahwa karena saya bukan root melainkan pengguna biasa (dapat dilihat
dari karakter sebelum perintah. Tanda “$” menunjukkan
bahwa kita adalah pengguna biasa, sedangkan “#”
menandakan bahwa kita adalah root ). Oleh karena itu, perintah untuk
menjalankan service Apache tidak dapat dilaksanakan. Ceritanya
akan berbeda jika saya menggunakan perintah sudo seperti berikut:

pramur@ubiquitous:~$
sudo /etc/init.d/apache2 start

Enter
password:

*
Starting apache 2.0 web server… [ ok ]

Voila!
Setelah password pramur yaitu “passwordpramur”
(BUKAN password root yaitu “rahasialahyau!”)
diketikkan ke password prompt perintah untuk
menjalankan service Apache dengan mulus dijalankan. Sebagai
catatan, di Linux pengetikan password tidak ditampilkan. Jadi,
tidak ada yang salah dengan keyboard Anda, ^_^

Masalahnya,
bagaimana agar pengguna biasa tidak memiliki hak akses yang sama
dengan root? Solusinya adalah dengan mengedit file /etc/sudoers
sesuai dengan yang diinginkan. Contoh file /etc/sudoers saya:

#
Defaults

Defaults
!lecture,tty_tickets,!fqdn

#
User privilege specification

root
ALL=(ALL) ALL

pramur
ALL=(ALL) ALL

Hilangkan
atau beri karakter “#” pada bagian pramur ALL=(ALL) ALL
dan hak akses tertinggi akan sepenuhnya menjadi milik root.
[pramur@Grup Pengguna Linux]

Iklan

Komentar»

1. abunawas - 4 Juli 2009

binguuuung dah gunain ubuntu..susah bro, enakan win**** xp, gampang tinggal klik2. Leb! Lebb!! tinggal Lebb!!!, kan banyak crack2an. colong aja

2. dani - 5 Januari 2010

wow!
saya baru aja belajar memakai ubuntu beberapa hari ini.
tolong bantu saya…!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: