jump to navigation

Rubi di Atas Rel 25 Maret 2007

Posted by himakomedia in Artikel, Berita.
trackback

Rubi di atas rel? Apa maksudnya? Itu adalah terjemahan langsung dari
Ruby on Rails. Apa pula itu bah? Ruby on Rails (RoR) adalah
sebuah framework yang ditulis dalam bahasa pemrograman Ruby
untuk membangun aplikasi web. Framework? Ruby? Apaan tuh?

Sabar-sabar, salah sendiri nggak ikut forum diskusi Grup
Pengguna Linux (GPL) Sabtu (17/03/2007) di ruang T2.01. Pada forum
yang menghadirkan pembicara utama Fajri Kurniawan atau yang akrab
dipanggil Awank tersebut, yang namanya Ruby on Rails diperkenalkan
secara tuntas. Makanya, lain kali ikuti forum diskusi mingguan yang
diadakan setiap Sabtu pukul 10.00 pagi di ruang T2.01 (ini kalau
nggak ada ujian atau halangan lainnya). Santai saja, acara ini
gratis kok!

Baiklah, kembali ke RoR. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
RoR adalah sebuah framework. Framework merupakan
kumpulan software, pustaka (library), dan perkakas lain
(tools) yang dirangkai menjadi satu kesatuan dan digunakan
untuk membangun aplikasi secara cepat dan mudah dikembangkan.
Biasanya dalam framework disediakan modul atau kelas yang
berfungsi untuk mengakses basis data, templating tampilan
antarmuka pengguna, dan manajemen pengguna.

RoR ditulis dalam bahasa pemrograman Ruby, sebuah bahasa yang awalnya
dikembangkan oleh Yukihiro Matsumoto sejak tahun 1995. Ruby adalah
sebuah bahasa pemrograman interpreter yang dinamis dan berorientasi
objek. Namun, apa yang membuat Ruby menjadi terkenal beberapa tahun
belakangan ini adalah framework yang sedang kita bahas, Ruby
on Rails.

Mengapa RoR menjadi begitu fenomenal dalam dunia pengembangan
aplikasi web? Padahal RoR bukan merupakan framework pertama.
Sudah banyak framework aplikasi web yang ada sebelum RoR
seperti Zend (PHP), Zope (Python), Struts (Java), Symfony (PHP), dan
sebagainya. Meskipun kebanyakan framework tersebut, sama
seperti RoR, bersifat gratis dan open source, namun konsep RoR
memiliki keunggulan dibanding yang lain, terutama dalam masalah
produktivitas pengembang dan kecepatan implementasi aplikasi.

Prinsip pertama dari RoR adalah filosofinya Don’t Repeat
Yourself
(DRY) yang dalam bahasa Indonesia berarti “jangan
biarkan dirumu mengulangi”. Hal ini berarti definisi-definisi
hanya cukup kita buat sekali untuk kemudian digunakan secara
berulang-ulang. Sebagai contoh dalam Ruby sudah terdapat Active
Record yang menyediakan definisi fungsi-fungsi basis data dalam
bentuk kelas-kelas. Mendefinisikan sendiri kelas hanya untuk
melakukan akses ke basis data hanya akan memboroskan waktu pemrogram
dan bersifat rancu (redundan).

Prinsip kedua adalah Convention over Configuration yang
berarti tidak diperlukan konfigurasi selama pemrogram mengikuti
konvensi/aturan yang telah dibuat oleh RoR. Konfigurasi akan
ditangani secara otomatis oleh RoR berdasarkan konvensi tersebut.
Namun, RoR juga memberikan keleluasaan bagi pemrogram untuk tidak
mengikuti konvensi dengan memberikan kode konfigurasi tambahan pada
aplikasi.

Kedua konsep itulah yang menyebabkan RoR menjadi framework
yang meningkatkan produktivitas pengembang dan mempercepat waktu
pembuatan aplikasi web. Tak heran, dalam waktu singkat sejak
dikembangkan tahun 2004, RoR menjadi primadona bagi para pengembang
aplikasi web. Bahkan, konsep RoR ditiru oleh banyak framework pada
bahasa pemrograman lain seperti CakePHP (PHP), Grails (Groove),
Biscuit (PHP), Turbo Gears, Monorail, Subway, dan sebagainya.

Satu hal lagi yang patut dibahas, RoR menggunakan teknik perancangan
Model-View-Controller (MVC). Dalam aplikasi komputer yang
kompleks di mana terdapat penyajian banyak data pada pengguna, sering
kali ada keinginan untuk memisahkan data (model) dan antarmuka
(view). Oleh karena itu, diharapkan saat kita mengubah
antarmuka tidak akan mempengaruhi penanganan datanya. Demikian juga
data dapat diatur kembali sewaktu-waktu tanpa mengubah antarmukanya.
Bentuk rancangan MVC memecahkan permasalahan tersebut dengan
memisahkan “akses data dan logika bisnis” dari ”tampilan
dan interaksi pengguna” serta mengenalkan komponen perantara
yaitu controller untuk menghubungkan model dan view.

Dalam aplikasi khususnya web, model berfungsi untuk
berhubungan dengan basis data dan juga melakukan validasi terhadap
masukan data. View berasosiasi dengan layout dan isi
yang biasanya merupakan file HTML. Controller berfungsi untuk
menangani logika aplikasi.

Untuk hal-hal lebih lanjut mengenai bagaimana proses pengembangan
aplikasi web dengan RoR, cara kerja, instalasi, konvensi, dan
informasi lain buka saja situs wiki.rubyonrails.com dan
api.rubyonrails.com.

Banyak pertanyaan diajukan oleh peserta mengenai masa depan
pemrogram, unjuk kerja, dan web server apa saja yang telah
mendukung RoR. Malah ada yang berpendapat bahwa RoR akan segera
“mati” karena unjuk kerjanya yang relatif lambat dan
konsep RoR sudah banyak diadopsi oleh bahasa pemrograman lain yang
lebih handal seperti PHP dengan CakePHP-nya.

Awank juga sempat mendemokan bagaimana membangun aplikasi web
menggunakan fasilitas scaffoding pada RoR. Apa itu scaffoding?
Secara praktis scaffoding adalah teknik membangun aplikasi
CRUD (Create, Read, Update, Delete) di mana kita cukup membuat tabel
di basisdata dan mendefinisikan model kemudian. RoR akan secara
otomatis membuat controller dan view-nya. Kita juga
dapat mengubah controller dan view yang dibuat oleh RoR
sesuai keinginan kita. Awank juga memperkenalkan fitur unik bawaan
Ruby yaitu konsol interpreter.

Nah, nyesel `kan nggak ikut forum diskusi? Makanya,
sekali lagi, jangan lewatkan forum diskusi bersama GPL setiap Sabtu
pukul 10.00 di ruang T2.01. Bahkan, Anda juga bisa menjadi pembawa
materi. Nantikan topik-topik menarik berikutnya yang tidak akan Anda
dapati dari kuliah! Ajaklah teman-teman Anda untuk turut
berpartisipasi. Jadilah agen seribu forum GPL dan dapatkan hadiah
utama berupa ucapan terima kasih! 😉

[seagate]

Iklan

Komentar»

1. riesal - 8 Agustus 2008

untuk server paket rubygems ala Indonesia, silakan kunjungi http://risal.wordpress.com/2008/08/07/launching-gem-server-indonesia/

semoga bermanfaat, data diupdate setiap minggu!

2. Buy naruto - 26 Agustus 2008

aku dah mulai kepincut/kesemsem/jatuhcinta ma ruby on rails, Share pengalaman belajar RoR dunk… dari awal sampe expert


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: